Men talk of killing time, while time quietly kills them. ~Dion Boucicault.
Kawan,
Pagi ini, saya mengawali hari dengan ‘kehilangan’ kunci motor. Saya lupa dimana terakhir kali saya meletakkannya. Saya berkeliling rumah dan menjelajahi tempat-tempat dimana saya biasa menyimpan barang. Setelah berjuang sekitar 15 menit, akhirnya ketemu juga. ‘Perjuangan’ tersebut membuat ‘start’ hari saya terkesan sedikit ‘kacau’. Namun seberapa negatifnya perasaan saya, ini adalah keberhasilan pertama saya di hari ini. :)
Beberapa hari ini adalah hari yang melelahkan bagi saya. Bukan hanya secara fisik, tapi juga psikis. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Masih ada dua proyek penyusunan buku yang akan segera diterbitkan, beberapa buletin, ditambah urusan ‘mencari nafkah’ dan beragam hal lain yang berkaitan dengan tugas sebagai dokter internship.
Kawan sekalian mungkin juga memiliki urusan dan kesibukan sendiri-sendiri. Sama seperti saya dan manusia yang lain di seluruh penjuru dunia. Sehingga, saya mafhum dan tidak akan memaksa kawan-kawan untuk membaca posting saya yang satu ini. Namun jika Anda sudah terlanjur membaca sampai paragraf ini, sayang sekali jika Anda berhenti begitu saja. :)
Pada suatu ketika, mungkin kita akan mengalami kejenuhan justru di saat kita dituntut untuk bertindak cepat, efektif dan efisien. Padahal pada titik jenuh itu, kita sangat memerlukan sebuah ‘relaksasi’ yang akan mengembalikan produktivitas kita ke tingkat yang dikehendaki. Dengan kata lain kita ingin berhenti sejenak dari ‘hidup’ ini, meninggalkan segala masalah untuk beberapa waktu dan melakukan sesuatu yang kita sukai.
Ada hal menarik yang saya temukan di saat saya ‘absen’ dari dunia. Saya membuka lap top dan menemukan sebuah ebook terjemahan yang berjudul asli ‘Smart Waysto Save Your Time’. Dalam buku tersebut diurakan 250 langkah sederhana untuk membuat waktu kita lebih ‘bernilai’. Beberapa langkahnya mungkin terkesan konyol. Namun setidaknya menurut saya, mungkin langkah-langkah tersebut akan membuat perubahan yang signifikan. Salah satunya berkaitan dengan ‘cara’ saya mengawali hari ini.
Salah satu tips tersebut kurang lebih berbunyi:
“Letakkanlah barang-barang Anda secara rapi di tempat yang mudah dijangkau”
Saya bertanya apakah langkah sesederhana itu bisa membuat waktu kita lebih bernilai? Apa hubungannya meletakkan barang dengan save your time.
Sebelum kejadian pagi ini, saya tidak benar-benar memercayai tips tersebut. Setelah menjalani hari ini, saya baru menyadari bahwa kiat tersebut cukup penting. Hari ini saya menghabiskan sekitar 15 sampai 20 menit untuk mencari barang saya yang hilang. Bayangkan jika kita menghabiskan kurang lebih 20 menit setiap hari untuk mencari barang yang tidak pada tempatnya. Maka dalam setahun, akumulasi waktu tersebut akan mencapai 122 jam atau kurang lebih 5 hari.
Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan 5 hari tersebut. Kita bisa berlibur, berkumpul bersama keluarga, bertemu teman-teman lama atau melakukan hal lain yang lebih penting dari sekadar mencari barang hilang.
Mungkin beberapa dari kita berpikir bahwa kiat ini adalah langkah sepele. Namun yakinlah jika kita tak bisa mengubah yang kecil, kita tak akan mampu mengubah hal yang besar. Banyak hal yang kompleks dalam hidup kita tersusun dari berbagai hal yang sederhana dan kecil. Much of little means great.
Mungkin beberapa dari kita berpikir bahwa kiat ini adalah langkah sepele. Namun yakinlah jika kita tak bisa mengubah yang kecil, kita tak akan mampu mengubah hal yang besar. Banyak hal yang kompleks dalam hidup kita tersusun dari berbagai hal yang sederhana dan kecil. Much of little means great.
Sebenarnya, masih banyak tips lain yang ingin saya tulis dan ceritakan kepada Anda. Namun, saya tidak ingin menyita banyak waktu Anda. Waktu saya untuk ‘berhenti’ dari kehidupan juga telah cukup. Saya harus kembali berlari seirama dengan putaran dunia. Begitu juga Anda.
Dapatkan kembali 5 hari kita yang sia-sia. Selamat berjuang! :)
M.A. Empitu, saat dunia 'berhenti' berputar


04:30
Empitu



0 comments:
Poskan Komentar